BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 27 Oktober 2010

Tumpeng

Tumpeng adalah tumpukan nasi yang berbentuk kerucut, menjulang ke atas. Bentuk ini menyimpan harapan agar kehidupan kita pun semakin "naik" dan "tinggi". Karena itulah bentuk kerucut tetap harus dipertahankan dan tidak diubah dalam bentuk lain sekalipun mungkin menjadi indah dipandang dalam bentuk baru.

Gambar ini diambil kira-kira 3 tahun yang lau, ketika itu saya masih menginjak kelas 1 SMA. Tumpeng ini digunakan dalam memperingati 17 agustus dalam lomba membuat tumpeng, hasilnya adalah kelas saya yg memenangkan lomba ini. Selain bentuknya yang rapi, lauk-pauknya pun sangat komplit sehingga tumpeng kelas saya deh yang menang.

Kamis, 21 Oktober 2010

Bahaya Mie Instan

Mi instan yang sifatnya praktis dan cepat memasaknya membuat makanan satu ini banyak disukai orang, terutama orang yang tidak memiliki banyak waktu. Tetapi ada beberapa hal yang perlu diketahui semua orang, bahwa kandungan gizi pada mi instan tidak lengkap, perlu tambahan bahan makanan lain agar nilai gizinya lebih baik. Selain itu mi instan lebih baik direbus sebanyak dua kali, terutama untuk mi instan berkuah.

Langsung buang air rebusan pertama, setelah itu rebus lagi hingga matang, cara ini berguna untuk menghilangkan bahan berbahaya yang terkandung didalam mi instan, bahan yang dianggap berbahaya adalah natrium karbonat, jumlah bahan ini cukup banyak didalam sebungkus mi instan, antara 30-40 persen. Penderita jantung koroner dan hipertensi sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung natrium karbonat. karena bisa memicu meningkatnya tekanan darah.
Selain itu, ada beberapa mi instan yang mengandung lilin untuk pelapis agar tekstur mi tetap bagus serta tidak mudah putus dan rusak. Campuran bahan seperti ini seringkali tidak tertulis pada komposisi bahan yang tertera di kemasan mi instan. padahal lilin bisa menyebabkan usus mengalami iritasi, akibatnya adalah penyerapan nutrisi dari makanan lain tidak bisa optimal. Bahan lain yang juga cukup berbahaya adalah bahan pengawet dan MSG. kedua bahan ini sering kali juga tidak tertera pada komposisi bahan, kebanyakan hanya mencantumkan perasa tambahan. Namun kita kan tidak tahu bahan perasa tambahan seperti apa yang digunakan, berapa komposisinya, aman atau tidak, maka lebih baik tidak mengkonsumsi mi instan setiap hari, jika memang sudah terbiasa lebih baik mulai mengurangi mulai saat ini juga, memang tidak ada larangan untuk tidak mengonsumsi, tetapi jangan berlebihan karena tidak baik untuk kesehatan.

Penambahan sayuran sangat direkomendasikan, tidak perlu sayuran khusus, semua jenis sayur dapat anda tambahkan bila hendak mengonsumsi mi instan, asal jangan rebus sayur terlalu lama karena zat gizi sayuran bisa hilang karena rebusan air panas.

Selasa, 12 Oktober 2010

Sebab-sebab timbulnya cinta

Banyak ahli menyebutkan bahwa cinta merupakan salah satu emosi dasar yang dimiliki manusia, selain marah, bahagia, sedih, terkejut, jijik dan takut.  Tidak ada manusia normal yang tidak mengalami cinta dalam hidupnya.
Kapan cinta romantik mulai dirasakan seseorang? Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak umur 3,5 tahun sudah bisa mengalami cinta yang penuh hasrat. Banyak yang masih ingat, pada saat masih sekolah dasar dulu telah mengalami jatuh cinta. Mereka begitu merindukan seseorang, bila bertemu hati berdegup kencang, dan senang sekali bisa melihatnya. Pendek kata, mereka telah jatuh cinta pada saat masih begitu muda. Perasaan cinta berhasrat itu (passionate), semakin menjadi-jadi pada saat seorang anak beranjak puber.
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa pada saat masih bayi, cinta sudah dirasakan. Namun berbeda bentuk dengan cinta pada orang dewasa. Ini yang membuat orang berkesimpulan bahwa cinta sudah ada dalam gen manusia. Merupakan hal alamiah seseorang memiliki cinta. Cinta yang dialami seseorang pada saat dewasa diketahui tergantung pada tipe kelekatan yang dimiliki saat orang itu masih kecil.
Bayi akan memiliki kelekatan aman (secure) pada ibunya jika mendapat afeksi yang dalam dan dibiarkan independen. Pada saat dewasa, mereka akan merasa aman dengan keintiman dan mampu untuk percaya dan bergantung pada orang lain. Bayi yang memiliki kelekatan ambivalen (disebabkan karena dibiarkan tergantung pada ibu, mengalami takut dikendalikan atau dikerasi), maka ketika dewasa, mereka akan mudah jatuh cinta, sangat khawatir diabaikan, dan ingin mencari kedekatan yang sedekat-dekatnya dengan orang lain. Adapun bayi yang memiliki kelekatan menghindar karena banyak diabaikan secara emosional, pada saat dewasa akan merasa kurang nyaman dengan hubungan yang intim dan dekat, serta sulit bergantung pada orang lain.

Mengapa tertarik pada si dia?
Coba Anda ingat-ingat kira-kira mengapa Anda jatuh cinta pada kekasih Anda. Apakah karena si dia cantik? Atau si dia tampan? Apa karena si dia orang kaya? Atau si dia baik hatinya? Pastinya, Anda bisa jatuh cinta padanya, karena si dia memiliki daya tarik. Begitu pun seseorang mencintai Anda, pastilah karena Anda memiliki daya tarik. Tanpa daya tarik, Anda tidak mungkin mendapatkan seseorang yang datang mencintai Anda.
Daya tarik bisa bersumber dari macam-macam hal. Bisa karena adanya kesamaan,  adanya keakraban, adanya kedekatan fisik, dan adanya daya tarik pribadi. Mungkin saja Anda jatuh cinta karena semua hal itu sekaligus. Namun, mungkin saja hanya karena sebagian hal saja.
Kesamaan. Seseorang cenderung menyukai orang yang memiliki kemiripan, baik secara fisik, karakteristik kepribadian, nilai-nilai, sikap, ataupun latar belakang. Biasanya orang cenderung untuk menjalin hubungan cinta dengan orang yang dirasakan sama dalam hal daya tarik fisik  Bila seseorang merasa tidak terlalu cantik, maka mungkin dia tidak akan mencintai orang yang terlalu tampan. Ia akan memilih orang yang kurang lebih setara dalam daya tarik fisik. Jika Anda secantik Julie Estelle, apakah Anda akan menjalin hubungan cinta dengan orang yang jelek? Kemungkinan tidak. Begitu pun kita lebih tertarik pada orang yang sama-sama menyukai kegiatan tertentu, misalnya sama-sama suka jalan-jalan. Lalu sama-sama satu agama, sama-sama memiliki pandangan terhadap yang hidup yang serupa, sama dalam hal tingkat ekonomi, dan berbagai kesamaan lainnya. Anda bisa melihat, sebagian besar pasangan memiliki banyak kesamaan diantara mereka. Umumnya pasangan relatif setara dalam hal etnisitas, kondisi ekonomi keluarga, umur, keyakinan, pendidikan, dan lainnya.
Keakraban. Apakah Anda menyukai orang yang akrab dengan Anda? Tentu saja Anda suka. Nah, semakin akrab diri kita dengan seseorang maka kita akan cenderung semakin tertarik padanya. Mereka yang semakin akrab juga akan ‘merasa’ semakin memiliki banyak kesamaan. Tidaklah mengherankan bila banyak hubungan cinta terbangun setelah melalui proses menjadi akrab. Banyak yang mula-mula berteman saja akhirnya menjadi sepasang kekasih.
Kedekatan fisik. Pasti Anda pernah tahu ada orang yang menikah dengan tetangganya, dulunya teman sekerja, atau dulunya satu kampus. Jangan-jangan Anda juga melakukannya. Nah, orang yang berada dekat secara fisik, cenderung lebih disukai. Interaksi mereka lebih kerap sehingga memungkinkan tumbuhnya rasa tertarik.
Daya tarik pribadi. Inilah sumber utama daya tarik seseorang. Pada umumnya orang menilai seseorang memiliki daya tarik atau tidak tergantung pada daya tarik pribadi yang dimiliki. Daya tarik pribadi mencakup daya tarik fisik, daya tarik kepribadian, dan daya tarik sosial. Sebuah penelitian tentang daya tarik yang dilakukan di Yogyakarta menunjukkan bahwa pada umumnya orang lebih mengukur faktor psikis seperti nilai-nilai, kepribadian, kecerdasan, prestasi, dan keberhasilan daripada faktor yang bersifat fisik seperti ketampanan atau kecantikan dan kedekatan fisik.

http://psikologi-online.com/sebab-sebab-timbulnya-cinta

Rabu, 06 Oktober 2010

Kecemasan Yang Dialami Peserta Ujian Nasional Akibat Tekanan Dari Lingkungan


Syarat memiliki nilai standar kelulusan adalah hal yang wajib dimiliki oleh semua siswa-siswi peserta ujian nasional. Tak heran bila setiap tahunnya nilai standar kelulusan mengalami kenaikan tiap tahunnya dengan alas an menaikkan mutu dan kualitas pelajar di Indonesia. Persaingan di kala mengejar nilai-nilai yang kini menjelma menjadi sesuatu yang wajib dan harus dimiliki itu kian ketat.

Tak sedikit siswa-siswi menambah jam belajar mereka di luar jam sekolah seperti misalnya mengikuti Bimbel atau bimbingan belajar. Banyak pula mereka yang membayar guru private untuk pelajaran-pelajaran yang diujikan di ujian nasional, padahal di setiap sekolah biasanya diadakan jam tambahan lebih untuk pelajaran-pelajaran yang diujikan. Stamina dan energy yang seharusnya diperlukan kian menurun disebabkan padatnya aktivitas tambahan pelajaran ataupun tugas-tugas dari sekolah, jam tidur kian berkurang, pola makan menjadi tidak teratur, dan kebutuhan akan hiburan kian sedikit.

Tekanan-tekanan yang timbul tak hanya dari diri sendiri saja tetapi juga dari lingkungan seperti guru dan orang tua. Mereka yang mengharapkan anak-anak lulus dengan hasil yang memuaskan kerap menjadi suatu beban yang harus dipikul, menjadi terasa berat karena hasil yang diperoleh nanti adalah sebagai bukti keseriusan mereka dalam menuntut ilmu. Sekolah pun mengharapkan siswa-siswa nya dapat lulus 100 persen. Beban inilah yang menjadi rasa cemas yaitu suatu proses emosi yang bercampur aduk menjadi satu yang terjadi saat individu mengalami tekanan perasaan dan pertentangan batin. Kecemasan tersebut kian kali menjadi suatu ketakutan yang luar biasa seperti misalnya takut tidak lulus atau takut mendapat hukuman dari orang tua bila tidak lulus. Rasa cemas yang berlebihan juga seringkali menyebabkan sang anak menjadi stres, mengalami jatuh sakit ketika hari ujian atau tidak mempunyai selera makan. Perasaan emosi yang tidak stabil juga sering terjadi pada mereka. Banyak juga siswa yang mengambil jalan pintas dengan menggunakan joki ataupun membeli kunci-kunci jawaban agar mereka bisa lulus.

Banyaknya masyarakat yang memberikan persepsi bahwa kelulusan adalah bukti seseorang berprestasi atau serius dalam belajar menjadi hal yang pro dan kontra, tak sedikit juga masyarakat yang pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah berpendapat bahwa nilai-nilai kognitif, afektif dan psikomotor anak juga merupakan penilaian yang tak kalah penting.

Peran orangtua dan guru sebagai pembimbing dirasakan membawa dampak yang besar bagi sanag anak. Dukungan dan motivasi yang besar sangat diperlukan bagi mental dan psikis anak.