Gambar di atas merupakan bagan dari sistem pakar utuk aplikasi tes kepribadian dengan menggunakan tipe kepribadian big five.
Salah satu metode yang
digunakan dalam penelitian psikologi adalah membuat kuesioner atau serangkaian
pertanyaan yang akan diberikan pada subjek penelitian dan akan dikumpulkan
kembali. Hal ini dirasa kurang efisien karena memakan waktu dan biaya yang
tidak sedikit.
Berdasarakan alasan diatas, maka dapat
dirancang suatu aplikasi untuk memudahkan mahasiswa dalam mengumpulkan data
untuk penelitian. Aplikasi ini menggunakan pengetahuan computer di bidang
kecerdasan buatan atau Artificial
Intelligence (AI) khususnya cabang sistem pakar.
Perancangan aplikasi yang dapat dibuat
dengan sistem pakar ini adalah untuk mengukur kepribadian. Aplikasi ini
bertujuan sebagai sarana informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui ukuran
kepribadian mereka, kepribadian yang dapat dilihat pad aplikasi ini adalah tipe
kepribadian big five.
User
interface adalah bagian penghubung atara program sistem dengan pemakainya. Pada
bagian ini akan terjadi dialog antara program dengan pemakai. Program ini akan
mengajukan pertanyaan berbentuk yes or no question. Melalui jawaban yang
diberikan oleh pemakai, sistem pakar akan mengambil kesimpulan yang beberapa
informasi yanga berupa informasi atau anjuran sesuai dengan sifat dari sistem
pakar.
Pengenalan kepribadian:
Kepribadian
adalah karakteristik seseorang yang menyebabkan munculnya konsistensi
perasaaan, pemikiran, dan perilaku. Definisi yang luas ini memungkinkan kita
untuk fokus pada banyak aspek dari seseorang. Pada saat yang sama, definisi
tersebut mengisyaratkan bahwa kita membahas pola konsisten perilaku dan
kualitas dalam diri seseorang yang berbeda misalnya dengan lingkungan yang
mempengaruhi kepribadian seseorang (Pervin, Cervone & John, 2010).
Fieldman (1994) menjelaskan ada beberapa pendekatan yang dikemukakan
oleh para ahli untuk memahami kepribadian. Salah satu pendekatan yang digunakan
adalah teori trait. Teori trait merupakan sebuah model untuk mengidentifikasi
trait-trait dasar yang diperlukan
untuk menggambarkan suatu kepribadian. Trait
didefinisikan sebagai suatu dimensi yang menetap dari karakteristik
kepribadian, hal tersebut yang membedakan individu dengan individu lain.
McCrae & Costa (2003) mengatakan perbedaan individual dapat
diorganisir dalam lima dimensi yang luas dan bipolar yang dikenal secara luas
dengan dimensi sifat Big Five. Dimensi-dimensi
di dalam big five menurut McCrae
& Costa (Dalam Pervin, Cervone & John, 2010) yaitu:
a. Neuroticism
Disebut juga dengan istilah emotional
instability. Orang yang tinggi dalam dimensi ini cenderung gugup, sensitif,
tegang, dan mudah cemas. Sedangkan orang yang rendah dalam dimensi ini
cenderung tenang dan santai (Friedman & Schustack, 2006).
b. Extraversion
Sering disebut dengan Surgency. Orang yang tinggi pada dimensi ini cenderung penuh
semangat, antusias, dominan, ramah, dan komunikatif. Orang yang sebaliknya akan
cenderung pemalu, tidak percaya diri, submisif dan pendiam (Friedman &
Schustack, 2006). Pervin, Cervone & John, 2010 menambahkan bahwa skor
tinggi pada dimensi extraversion cenderung memiliki emosi positif.
c. Agreeableness
Costa McCrae (dalam Pervin, Cervone & John, 2010)
mengidentifikasikan dimensi agreeableness
dengan perilaku prososial yang mana termasuk di dalamnya adalah perilaku yang selalu
berorientasi pada altruisme, rendah hati, dan mudah memaafkan. McCrae dan Costa
(dalam Ghufron & Riswanita, 2010) megidentifikasikan kepribadian ini pada
dua golongan. Pada skor tinggi disebut adapter
dimana pada individu adapter akan
selalu memandang individu lain sebagai orang jujur dan memiliki itikad baik
terhadapnya. Mereka selalu berterus terang terhadap lingkungan sekitarnya dan
selalu berusaha mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingan diri
sendiri. Pada pribadi ini cenderung memiliki kemauan yang besar dalam
memberikan pertolongan pada orang lain dan tulus dalam melakukannya.
Sebaliknya, pada individu yang memiliki skor rendah disebut challenger ia akan selalu memandang
orang lain dengan perasaan ragu-ragu, curiga, dan cenderung sinis. Rendahnya
sikap altruisme yang ia miliki menyebabkan mereka enggan melakukan sesuatu
untuk orang lain dan memandangnya sebagai hal yang terlalu berbelit-belit.
d.
Conscientiousness
Orang yang tinggi dalam dalam dimensi conscientiousness umumnya berhati-hati,
dapat diandalkan, teratur, dan bertanggung jawab. Orang yang rendah dalam
dimensi Conscientiousness cenderung
ceroboh, berantakan, dan tidak dapat diandalkan (Friedman dan Schustack, 2006).
e. Openess
McCrae & Costa (dalam Ghufron & Riswanita, 2010) menjelaskan
bahwa individu presever atau yang
memiliki skor rendah pada dimensi ini lebih sering mengabaikan hal-hal yang
menyangkut perasaan dan tindakannya lebih tertarik pada hal yang telah
dikenalnya secara akrab saja. Sebaliknya pada explorer atau seseorang yang memiliki skor yang tinggi pada dimensi
ini akan menunjukkan sikap yang imajinatif dan suka berangan-angan, mereka
lebih banyak melibatkan perasaan dan emosi yang mendalam dalam menilai segala
hal dan memiliki ketertarikan pada hal yang sifatnya beragam dan condong untuk
selalu mencoba hal yang dianggapnya baru. Ide yang mereka miliki lebih luas
serta tidak jarang mengacu pada orang lain yang dianggapnya lebih pandai.
Individu eksplorer memiliki kemampuan
yang tinggi untuk menciptakan minat yang luas serta tidak jarang mengacu pada
orang lain yang dianggapnya lebih pandai.
Proses tes : Dalam tes kepribadian ini terdapat 5
kategori kepribadian yang bisa dipilih oleh user untuk mengukur kepribadiannya
masing-masing dimana ke-5 kategori kepribadian tersebut terdiri dari Neuroticism, Extraversion, Openness, Agreeableness, dan Conscientiousness. Setelah user memilih salah satu dari kategori
kepribadian tersebut, lalu akan dilakukan proses pengukuran. Pengukuran
dilakukan melalui sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh user, user hanya
perlu memilih option Ya atau Tidak. Apabila pertanyaan yang ditampilkan sesuai
dengan kepribadian user maka user harus memilih option Ya dan sebaliknya.
Referensi:
Fieldman, Robert. S. (1993). Essential of understanding psychology.
New York: Mc Graw Hill
Friedman, Howard. S. & Schustack,
Mirriam. W. (2006). Kepribadian teori
klasik dan riset modern jilid 1 (edisi ke-3). Alih bahasa Fransiska Dian
Ikarini, Maria Hany, dan Andreas Provita Prima. Jakarta: Erlangga.
Mc Crae, R. R., & Costa, P.T. JR. (2003). Personality in adulthood: A five factor
theory perspective (edisi ke-2). New York: Guilford.
Pervin, L. A., D. Cervone, & O. P. John.
(2010). Psikologi kepribadian teori dan
penelitian (Edisi ke-9). Alih bahasa A. K. Anwar. Jakarta: Kencana.



dheaaa minta referensinya dooong. pinjem bukunya hehe
BalasHapus