BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 04 November 2012

Aplikasi sistem pakar




Gambar di atas merupakan bagan dari sistem pakar utuk aplikasi tes kepribadian dengan menggunakan tipe kepribadian big five.

Salah satu metode yang digunakan dalam penelitian psikologi adalah membuat kuesioner atau serangkaian pertanyaan yang akan diberikan pada subjek penelitian dan akan dikumpulkan kembali. Hal ini dirasa kurang efisien karena memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Berdasarakan alasan diatas, maka dapat dirancang suatu aplikasi untuk memudahkan mahasiswa dalam mengumpulkan data untuk penelitian. Aplikasi ini menggunakan pengetahuan computer di bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) khususnya cabang sistem pakar.
Perancangan aplikasi yang dapat dibuat dengan sistem pakar ini adalah untuk mengukur kepribadian. Aplikasi ini bertujuan sebagai sarana informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui ukuran kepribadian mereka, kepribadian yang dapat dilihat pad aplikasi ini adalah tipe kepribadian big five.
            User interface adalah bagian penghubung atara program sistem dengan pemakainya. Pada bagian ini akan terjadi dialog antara program dengan pemakai. Program ini akan mengajukan pertanyaan berbentuk yes or no question. Melalui jawaban yang diberikan oleh pemakai, sistem pakar akan mengambil kesimpulan yang beberapa informasi yanga berupa informasi atau anjuran sesuai dengan sifat dari sistem pakar.

Pengenalan kepribadian:
            Kepribadian adalah karakteristik seseorang yang menyebabkan munculnya konsistensi perasaaan, pemikiran, dan perilaku. Definisi yang luas ini memungkinkan kita untuk fokus pada banyak aspek dari seseorang. Pada saat yang sama, definisi tersebut mengisyaratkan bahwa kita membahas pola konsisten perilaku dan kualitas dalam diri seseorang yang berbeda misalnya dengan lingkungan yang mempengaruhi kepribadian seseorang (Pervin, Cervone & John, 2010).
Fieldman (1994) menjelaskan ada beberapa pendekatan yang dikemukakan oleh para ahli untuk memahami kepribadian. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah teori trait. Teori trait merupakan sebuah model untuk mengidentifikasi trait-trait dasar yang diperlukan untuk menggambarkan suatu kepribadian. Trait didefinisikan sebagai suatu dimensi yang menetap dari karakteristik kepribadian, hal tersebut yang membedakan individu dengan individu lain.
McCrae & Costa (2003) mengatakan perbedaan individual dapat diorganisir dalam lima dimensi yang luas dan bipolar yang dikenal secara luas dengan dimensi sifat Big Five. Dimensi-dimensi di dalam big five menurut McCrae & Costa (Dalam Pervin, Cervone & John, 2010) yaitu:
a.     Neuroticism
Disebut juga dengan istilah emotional instability. Orang yang tinggi dalam dimensi ini cenderung gugup, sensitif, tegang, dan mudah cemas. Sedangkan orang yang rendah dalam dimensi ini cenderung tenang dan santai (Friedman & Schustack, 2006).
b.     Extraversion
Sering disebut dengan Surgency. Orang yang tinggi pada dimensi ini cenderung penuh semangat, antusias, dominan, ramah, dan komunikatif. Orang yang sebaliknya akan cenderung pemalu, tidak percaya diri, submisif dan pendiam (Friedman & Schustack, 2006). Pervin, Cervone & John, 2010 menambahkan bahwa skor tinggi pada dimensi extraversion cenderung memiliki emosi positif.
c.      Agreeableness
Costa McCrae (dalam Pervin, Cervone & John, 2010) mengidentifikasikan dimensi agreeableness dengan perilaku prososial yang mana termasuk di dalamnya adalah perilaku yang selalu berorientasi pada altruisme, rendah hati, dan mudah memaafkan. McCrae dan Costa (dalam Ghufron & Riswanita, 2010) megidentifikasikan kepribadian ini pada dua golongan. Pada skor tinggi disebut adapter dimana pada individu adapter akan selalu memandang individu lain sebagai orang jujur dan memiliki itikad baik terhadapnya. Mereka selalu berterus terang terhadap lingkungan sekitarnya dan selalu berusaha mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingan diri sendiri. Pada pribadi ini cenderung memiliki kemauan yang besar dalam memberikan pertolongan pada orang lain dan tulus dalam melakukannya. Sebaliknya, pada individu yang memiliki skor rendah disebut challenger ia akan selalu memandang orang lain dengan perasaan ragu-ragu, curiga, dan cenderung sinis. Rendahnya sikap altruisme yang ia miliki menyebabkan mereka enggan melakukan sesuatu untuk orang lain dan memandangnya sebagai hal yang terlalu berbelit-belit.
d.     Conscientiousness
Orang yang tinggi dalam dalam dimensi conscientiousness umumnya berhati-hati, dapat diandalkan, teratur, dan bertanggung jawab. Orang yang rendah dalam dimensi Conscientiousness cenderung ceroboh, berantakan, dan tidak dapat diandalkan (Friedman dan Schustack, 2006).
e.      Openess
McCrae & Costa (dalam Ghufron & Riswanita, 2010) menjelaskan bahwa individu presever atau yang memiliki skor rendah pada dimensi ini lebih sering mengabaikan hal-hal yang menyangkut perasaan dan tindakannya lebih tertarik pada hal yang telah dikenalnya secara akrab saja. Sebaliknya pada explorer atau seseorang yang memiliki skor yang tinggi pada dimensi ini akan menunjukkan sikap yang imajinatif dan suka berangan-angan, mereka lebih banyak melibatkan perasaan dan emosi yang mendalam dalam menilai segala hal dan memiliki ketertarikan pada hal yang sifatnya beragam dan condong untuk selalu mencoba hal yang dianggapnya baru. Ide yang mereka miliki lebih luas serta tidak jarang mengacu pada orang lain yang dianggapnya lebih pandai. Individu eksplorer memiliki kemampuan yang tinggi untuk menciptakan minat yang luas serta tidak jarang mengacu pada orang lain yang dianggapnya lebih pandai.

Proses tes : Dalam tes kepribadian ini terdapat 5 kategori kepribadian yang bisa dipilih oleh user untuk mengukur kepribadiannya masing-masing dimana ke-5 kategori kepribadian tersebut terdiri dari Neuroticism, Extraversion, Openness, Agreeableness, dan Conscientiousness. Setelah user memilih salah satu dari kategori kepribadian tersebut, lalu akan dilakukan proses pengukuran. Pengukuran dilakukan melalui sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh user, user hanya perlu memilih option Ya atau Tidak. Apabila pertanyaan yang ditampilkan sesuai dengan kepribadian user maka user harus memilih option Ya dan sebaliknya.
Referensi:
Fieldman, Robert. S. (1993). Essential of understanding psychology. New York: Mc Graw Hill
Friedman, Howard. S. & Schustack, Mirriam. W. (2006). Kepribadian teori klasik dan riset modern jilid 1 (edisi ke-3). Alih bahasa Fransiska Dian Ikarini, Maria Hany, dan Andreas Provita Prima. Jakarta: Erlangga.
Mc Crae, R. R., & Costa, P.T. JR. (2003). Personality in adulthood: A five factor theory perspective (edisi ke-2). New York: Guilford.
Pervin, L. A., D. Cervone, & O. P. John. (2010). Psikologi kepribadian teori dan penelitian (Edisi ke-9). Alih bahasa A. K. Anwar. Jakarta: Kencana.


1 komentar: