APA
ITU CBIS?
Sistem Informasi berbasis komputer (Computer
Based Information System / CBIS) mengandung arti bahwa komputer memainkan
peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah
Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya.
Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu
dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang
akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based”
atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Manajer
membuat keputusan untuk memecahkan masalah dan informasi digunakan untuk
membuat keputusan . Informasi disajikan
dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Komputer sebagai pengolah informasi terdiri
dari aplikasi yang berbasis komputer seperti : Sistem Informasi Akuntansi –
SIA (Accounting Information System, Sistem Informasi Manajemen – SIM ( Management information System), Sistem
Pendukung Keputusan – SPK (Decision
Information System), Sistem Otomatisasi Kantor – SOK (Office Automation System) dan Sistem Pakar – SP (Expert System).
A.
Definisi
CBIS
CBIS (Computer Based Information
System) adalah sebuah sistem pengolah yang mengolah data menjadi sebuah
informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan
keputusan. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS yang akan dibahas pada
bagian ini antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan
“basis komputer” sebagai kata kuncinya.
DATA
Data adalah pendeskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi. Data itu sendiri bersifat “Tidak Pasti”. Mengapa disebut tidak pasti? Karena penilaian setiap orang berbeda-beda mengenai hal yang satu ini.
Data adalah pendeskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi. Data itu sendiri bersifat “Tidak Pasti”. Mengapa disebut tidak pasti? Karena penilaian setiap orang berbeda-beda mengenai hal yang satu ini.
Bagi seseorang yang menilai sesuatu
kejadian sebagai data, maka ia akan mengolah kembali kejadian tersebut menjadi
sebuah informasi yang lebih kompleks. Tapi disisi lain, ada seseorang yang
menilai suatu kejadian sebagai informasi, karena menurut mereka kejadian yang
mereka saksikan atau mereka lihat sudah tidak perlu diolah lagi dan sudah dapat
diterima oleh masyarakat luas disegala kalangan
jadi, data bukan hanya berfungsi
sebagai data mentah saja. Tapi bagi orang-orang tertentu data itu bisa jadi
sudah diterima sebagai informasi. Kembali lagi pada user, apakah mereka
menganggap kejadian ini sebagai data mentah atau informasi.
INFORMASI
Pengertian informasi ini hampir sama dengan data yang telah saya jabarkan diatas. Berikut ini pengertian informasi menurut beberapa narasumber, diantaranya :
1. Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual
Foundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.
Pengertian informasi ini hampir sama dengan data yang telah saya jabarkan diatas. Berikut ini pengertian informasi menurut beberapa narasumber, diantaranya :
1. Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual
Foundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.
2. Menurut Barry E. Cushing
dalam buku Accounting Information System and Business Organization,
dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.
dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.
3. Menurut Robert N.
Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control
Systems, menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item
yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.
4. Menurut Stephen A.
Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting
Information Systems : Concepts and Practise mengatakan informasi sebagai
kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk
pengambilan keputusan bisnis.
Syarat-syarat
Infromasi
Beberapa hal yang menetukan suatu infromasi
layak atau tidaknya digunakan, diantaranya adalah:
- Relevansi: Informasi memiliki keterkaitan yang lebih lekat dengan masalah atau kondisi yang sedang dihapi.
- Ketepatan: proses awal sampai akhir dalam membentuk infromasi harus akurat dengan objek yang sedang dianalisis.
- Tepat waktu: infromasi dapat dikirim dan diterima saat kondisi yang sedang diatasi, infromasi yang sudah usang atau tidak tepat waktu dalam pengkomunikasiannya dapat dikategorikan infrormasi itu hanya sebagai masukan /data masukan, semisal: Anda memberikan infromasi tentang kenaikan syarat masuk perkuliahan diman perkuliahan sudah dimulai.
- Kelengkapan: elemen-elemen atau kandungan yang membentuk suatu infromasi dapat dijelaskan dan dibuktikan dengan jelas.
Berdasarkan pengertian di atas, maka
dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi
bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan
suatu keputusan.
SISTEM INFORMASI
Sistem Informasi merupakan sistem
pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar sub-sistemnya,
sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat,
cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
BERBASIS KOMPUTER
Sistem Informasi “berbasis komputer”
mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem
informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus
menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem
informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya
komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan
dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada
komputer.
B.
Justifikasi dan Pengembangan CBIS
Keadaan Awal : Biaya komputerisasi
dihitung berdasarkan biaya tenaga administrasi yang digantikan.
Keadaan Kemudian : Biaya komputerisasi
dihitung dengan laba yang mungkin akan dihasilkan dengan memanfaatkan system berbasis
komputer.
C.
Perkembangan CBIS
a. Pemrosesan
data : era tahun 1950 - 1960
Pada era ini masih
terfokus pada sistem informasi sederhana, misalnya : proses transaksi,
pencatatan akuntansi, aplikasi pemroses data elektronik (Electronic Data Processing - EDP).
b.
Pelaporan Manajemen
: era 1960 -1970
Peran baru mulai
bertambah sejalan dengan terbentuknya konsep Sistem Informasi Manajemen
(SIM). Peran ini berfokus pada
pengembangan aplikasi bisnis yang memberi para pemakai akhir laporan manajemen
untuk informasi yang telah ditetapkan terlebih dahulu dalam rangka mendukung
pengambilan keputusan
c. Sistem
Pendukung Keputusan : era
tahun 1970 – 1980
Sistem pendukung keputusan (Decision Support System - DSS) memberi dukungan interaktif para
manajer dalam mengabil keputusan. Konsep
DSS merupakan sistem penghasil informasi
yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer
dan keputusan itu harus segera dibuat
oleh manajer. Disini SIM dipandang sebagai suatu sistem penghasil informasi
yang mendukung sekelompok manajer secara umum yang mewakili suatu unit
organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu area fungsional.
d. Dukungan strategis
dan pemakai akhir
: era tahun 1980 – 1990
Beberapa peran baru
untuk sistem informasi muncul mialnya perkembangan yang sangat cepat kemampuan
pemrosesan mikro komputer, software aplikasi, jaringan telekomunikasi
melahirkan fenomena pengguna akhir (end
user computing – EUC ). Para pemakai akhir ini dapat menggunakan sumber daya komputer mereka
sendiri untuk mendukung kebutuhan pekerjaan mereka.
e.
E – Business dan E – Commerce : Era tahun
1990 – 2000
Muncul pertumbuhan
yang sangat cepat dari teknologi internet, intranet, ekstranet dan jaringan
global lainnya yang saling terkait,
secara drastis menubah kemampuan sistem informasi dalam bisnis. Perusahaan berbasis Internet dan
beroperasi melalui Web serta siste e – business dan e – commerce
global dalam operasi dan manajemen perusahaan bisnis.
Referensi
Ardyansah, Vivit. 2011.
Manajemen sumber informasi. Diakses pada tanggal 14-10-2012, dari: http://vivitardyansah.blogspot.com/2011_12_01_archive.html
Arie. 2010. Perkembangan CBIS (Computer Based
Information System). Diakses pada tanggal 12-10-2012, dari: http://gaswari.wordpress.com/2010/10/18/perkembangan-cbis-computer-based-information-system/.
Hary, Uki. 2010. Evolusi Sistem Informasi Manajemen berdasarkan CBIS. Diakses pada tanggal 14-10-2012, dari: http://ukiehary.wordpress.com/2010/10/29/evolusi-sistem-informasi/
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=perkembangan%20cbis&source=web&cd=12&cad=rja&ved=0CCQQFjABOAo&url=http%3A%2F%2Fsinformasi.files.wordpress.com%2F2010%2F01%2Fbab2_cbis2.doc&ei=8S54ULqyCMXsrAfDq4BQ&usg=AFQjCNHS8JfhzF9A2NcCu-dBnG3P6Jaa1A
Lisna. 2009.
Perkembangan sistem informasi berbasis computer (CBIS). Diakses pada tanggal 14-10-2012,
dari: http://li3zn4-lisna.blogspot.com/2009/04/perkembangan-sistem-informasi-berbasis.html
Ryoma. 2010. Evolusi berdasarkan SIM berdasarkan CBIS. Diakses pada tanggal 14-10-2012, dari: http://ryoma-seigaku.blogspot.com/2010/11/evolusi-sim-berdasarkan-cbis.html
Umar, Husein. 2002. Evaluasi kinerja perusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Wahyono, Teguh.
2004. Computer Based Information
System. Diakses pada tanggal
12-10-2012, Dari http://ikc.depsos.go.id/berseri/teguh-cbis/index.php


Tidak ada komentar:
Posting Komentar