BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 14 Oktober 2012

CBIS


APA ITU CBIS?

Sistem Informasi berbasis komputer (Computer Based Information System / CBIS)  mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah dan informasi digunakan untuk membuat keputusan .   Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi.  Komputer sebagai pengolah informasi terdiri dari aplikasi yang berbasis komputer seperti : Sistem Informasi Akuntansi – SIA  (Accounting Information  System, Sistem Informasi Manajemen – SIM ( Management information System), Sistem Pendukung Keputusan – SPK (Decision Information System), Sistem Otomatisasi Kantor – SOK (Office Automation  System)  dan Sistem Pakar – SP (Expert System).
A.    Definisi CBIS
CBIS (Computer Based Information System) adalah sebuah sistem pengolah yang mengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS yang akan dibahas pada bagian ini antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan “basis komputer” sebagai kata kuncinya.
DATA
Data adalah pendeskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi. Data itu sendiri bersifat “Tidak Pasti”. Mengapa disebut tidak pasti? Karena penilaian setiap orang berbeda-beda mengenai hal yang satu ini.
Bagi seseorang yang menilai sesuatu kejadian sebagai data, maka ia akan mengolah kembali kejadian tersebut menjadi sebuah informasi yang lebih kompleks. Tapi disisi lain, ada seseorang yang menilai suatu kejadian sebagai informasi, karena menurut mereka kejadian yang mereka saksikan atau mereka lihat sudah tidak perlu diolah lagi dan sudah dapat diterima oleh masyarakat luas disegala kalangan
jadi, data bukan hanya berfungsi sebagai data mentah saja. Tapi bagi orang-orang tertentu data itu bisa jadi sudah diterima sebagai informasi. Kembali lagi pada user, apakah mereka menganggap kejadian ini sebagai data mentah atau informasi.
INFORMASI
Pengertian informasi ini hampir sama dengan data yang telah saya jabarkan diatas. Berikut ini pengertian informasi menurut beberapa narasumber, diantaranya :
1. Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual
Foundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.
2. Menurut Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organization,
dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya.
3. Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.
4. Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting Information Systems : Concepts and Practise mengatakan informasi sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis.
Syarat-syarat Infromasi
Beberapa hal yang menetukan suatu infromasi layak atau tidaknya digunakan, diantaranya adalah:
  1. Relevansi: Informasi memiliki keterkaitan yang lebih lekat dengan masalah atau kondisi yang sedang dihapi.
  2. Ketepatan: proses awal sampai akhir dalam membentuk infromasi harus akurat dengan objek yang sedang dianalisis.
  3. Tepat waktu: infromasi dapat dikirim dan diterima saat kondisi yang sedang diatasi, infromasi yang sudah usang atau tidak tepat waktu dalam pengkomunikasiannya dapat dikategorikan infrormasi itu hanya sebagai masukan /data masukan, semisal: Anda memberikan infromasi tentang kenaikan syarat masuk perkuliahan diman perkuliahan sudah dimulai.
  4. Kelengkapan: elemen-elemen atau kandungan yang membentuk suatu infromasi dapat dijelaskan dan dibuktikan dengan jelas.
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.
SISTEM INFORMASI                                                                                                                                 
Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar sub-sistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
BERBASIS KOMPUTER
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
B.    Justifikasi dan Pengembangan CBIS
Keadaan Awal : Biaya komputerisasi dihitung berdasarkan biaya tenaga administrasi yang digantikan.
Keadaan Kemudian : Biaya komputerisasi dihitung dengan laba yang mungkin akan dihasilkan dengan memanfaatkan system berbasis komputer.
C.    Perkembangan CBIS
a.      Pemrosesan  data :  era tahun 1950 - 1960
Pada era ini masih terfokus pada sistem informasi sederhana, misalnya : proses transaksi, pencatatan akuntansi, aplikasi pemroses data elektronik (Electronic Data Processing - EDP).
b.     Pelaporan Manajemen : era 1960 -1970
Peran baru mulai bertambah sejalan dengan terbentuknya konsep Sistem Informasi Manajemen (SIM).  Peran ini berfokus pada pengembangan aplikasi bisnis yang memberi para pemakai akhir laporan manajemen untuk informasi yang telah ditetapkan terlebih dahulu dalam rangka mendukung pengambilan keputusan
c.      Sistem  Pendukung  Keputusan  :  era tahun 1970 – 1980
Sistem  pendukung keputusan (Decision Support System - DSS) memberi dukungan interaktif para manajer dalam mengabil keputusan.  Konsep DSS merupakan  sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan itu harus segera  dibuat oleh manajer. Disini SIM dipandang sebagai suatu sistem penghasil informasi yang mendukung sekelompok manajer secara umum yang mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu area fungsional.
d.     Dukungan strategis  dan  pemakai  akhir  : era tahun 1980 – 1990
Beberapa peran baru untuk sistem informasi muncul mialnya perkembangan yang sangat cepat kemampuan pemrosesan mikro komputer, software aplikasi, jaringan telekomunikasi melahirkan fenomena pengguna akhir (end user computing –  EUC ).  Para pemakai akhir ini  dapat menggunakan sumber daya komputer mereka sendiri untuk mendukung kebutuhan pekerjaan mereka. 
e.      E – Business dan E – Commerce :  Era tahun 1990 – 2000
Muncul pertumbuhan yang sangat cepat dari teknologi internet, intranet, ekstranet dan jaringan global lainnya yang saling terkait,  secara drastis menubah kemampuan sistem informasi dalam bisnis.  Perusahaan berbasis Internet dan beroperasi  melalui  Web serta       siste e – business dan e – commerce global dalam operasi dan manajemen perusahaan bisnis.

Referensi
Ardyansah, Vivit. 2011. Manajemen sumber informasi. Diakses pada tanggal 14-10-2012, dari: http://vivitardyansah.blogspot.com/2011_12_01_archive.html
Arie. 2010. Perkembangan CBIS (Computer Based Information System). Diakses pada tanggal 12-10-2012, dari: http://gaswari.wordpress.com/2010/10/18/perkembangan-cbis-computer-based-information-system/.

Hary, Uki. 2010. Evolusi Sistem Informasi Manajemen berdasarkan CBIS. Diakses pada tanggal 14-10-2012, dari: http://ukiehary.wordpress.com/2010/10/29/evolusi-sistem-informasi/

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=perkembangan%20cbis&source=web&cd=12&cad=rja&ved=0CCQQFjABOAo&url=http%3A%2F%2Fsinformasi.files.wordpress.com%2F2010%2F01%2Fbab2_cbis2.doc&ei=8S54ULqyCMXsrAfDq4BQ&usg=AFQjCNHS8JfhzF9A2NcCu-dBnG3P6Jaa1A
Lisna. 2009. Perkembangan sistem informasi berbasis computer (CBIS). Diakses pada tanggal 14-10-2012, dari: http://li3zn4-lisna.blogspot.com/2009/04/perkembangan-sistem-informasi-berbasis.html

Ryoma. 2010. Evolusi berdasarkan SIM berdasarkan CBIS. Diakses pada tanggal 14-10-2012, dari: http://ryoma-seigaku.blogspot.com/2010/11/evolusi-sim-berdasarkan-cbis.html

Umar, Husein. 2002. Evaluasi kinerja perusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Wahyono, Teguh. 2004.  Computer Based Information System. Diakses pada tanggal 12-10-2012, Dari http://ikc.depsos.go.id/berseri/teguh-cbis/index.php

Minggu, 07 Oktober 2012

Tugas minggu 2 : Hubungan arsitektur komputer dan kognisi manusia

A.    Arsitektur Komputer
Komputer merupakan suatu peralatan pemrosean data yang cukup kompleks, bukan saja sekedar peralatan yang terdiri dari hardware dan software saja tetapi merupakan suatu bagian yang terintegrasi yang melibatkan segi arsitektural maupun organisasinya.
Dalam memandang suatu system computer maka ada dua hal yang harus diperhatikan:
a.        Arsitektural
Berkaitan dengan sebuah sistem yang tampak bagi seorang user atau pemrogram. arsitektur merupakan sintesis integral antara teori dan praktik. Teori arsitektur tidak bisa dilepaskan dari dunia nyata, baik dunia yang merupakan lingkungan fisik maupun berupa lingkungan kehidupan intelektual manusia

Contoh sebuah sistem arsitektur:
-        Jumlah bit
-        Mekanisme I/O
-        Teknik-teknik addressing dari memory
    b.     Organisasi
Berkaitan dengan unit-unit operasional dan interkoneksi (hubungan) yang merealisasikan spesifikasi arsitekturalnya.
Arsitektur disini dapat didefinisikan sebagai gaya konstruksi dan organisasi dari komponen-komponen sistem komputer. Walaupun elemen-elemen dasar komputer pada hakekatnya sama atau hampir semuanya komputer digital, namun terdapat variasi dalam konstruksinya yang merefleksikan cara penggunaan komputer yang berbeda.

Perangkat keras merupakan perangkat elektronik yang menyusun bentuk fisik dari sebuah sistem komputer. Pada awalnya komputer tersusun dari perangkat keras yang masih bekerja secara mekanis dengan digerakkan oleh mesin uap maupun tenaga manusia.  Beberapa contoh komputer mekanis adalah mesin diferensial dan mesin analitis buatan Charles Babbage (1792-1871). Perangkat keras yang bekerja secara elektronik berhasil diciptakan pada masa Perang Dunia Kedua, dimana Inggris berhasil mengembangkan mesin komputer bernama COLOSSUS yang ditujukan untuk memecahkan kode ENIGMA milik Jerman.
Pada jaman modern saat ini, hampir semua komputer mengadopsi arsitektur yang dibuat oleh John von Neumann (1903-1957). Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal.


Pada dasarnya komputer arsitektur Von Neumann adalah terdiri dari elemen sebagai berikut:
a) Prosesor, merupakan pusat dari kontrol dan pemrosesan instruksi pada komputer.
b) Memori, digunakan untuk menyimpan informasi baik program maupun data.   

c) Perangkat input-output, berfungsi sebagai media yang menangkap respon dari luar serta menyajikan  Informasi keluar sistem computer.
Model kerja dari arsitektur dasar Von Neumann dapat dilihat pada Gambar 1. Pada gambar tersebut prosesor terdiri atas Unit Kontrol (CU) dan Unit Logika dan Aritmatik (ALU). Memori berfungsi sebagai tempat menyimpan instruksi yang sedang dijalankan oleh prosesor, lalu hasilnya dapat disajikan melalui perangkat input/output.
B.    Kognisi Manusia
Kognitif adalah proses yang terjadi secara internal di dalam pusat susunan saraf pada waktu manusia sedang berpikir (Gagne dalam Jamaris, 2006). Istilah “Cognitive” berasal dari kata cognition artinya adalah pengertian, mengerti. Pengertian yang luasnya cognition (kognisi) adalah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan (Neisser, 1976). Dalam pekembangan selanjutnya, kemudian istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia / satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, pertimbangan, membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan. Termasuk kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan rasa. Menurut para ahli jiwa aliran kognitifis, tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi.
Kognisi merupakan suatu pemahaman terhadap sebuah kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Kognisi biasanyadi gunakan untuk mengetahui bagaimana cara berfikir manusia. Pada gejala kognisi ini di anggap sebagai proses mental karena gejala ini merupakan suatu pemikiran dan sseorang tidak dapat mengamatinya secara langsung dan untuk mengetahuinya dapat di lakukan dengan cara mengamati pola perilakunya. Misalnya kemampuan seoran anak untuk menghafalkan lagu.
Ada beberapa gejala kognisi diantaranya yaitu :
1.     Pengamatan
Pengamatan merupakan suatu proses yang di lakukan oleh seseorang dalam mengamati atau mencari sesuatu terhadap suatu objek yang berguna untuk memahami sebuah pengetahuan dari fenomena untuk mendapatkan informasi-informasi penting. Prosese pengamatan dapat di lakukan melalui penglihatan, pendengaran, rabaan, pembauan, dan pengecapan. Dalam suatu pengamatan maka di perlukan suatu pengaturan objek agar dapat berhasil dengan baik yaitu dapat di lakukan melalui beberapa aspek yaitu diantaranya aspek ruang, aspek waktu, aspek gestal, aspek arti.
2.     Tanggapan
Setelah melakukan pengamatan selanjutnya ada sebuah tanggapan untuk menanggapi sebuah pengamatan tersebut. Tanggapan merupakkan suatu bayangan yang tinggal dalam ingatan setelah melakukan pengamatan.

3.     Ingatan

Ingatan merupakan sesuatu yang ada dalam pikiran manusia yang bmenggambarkan  masa lampau dan ingatan ini dapat di jadikan suati informasi. Proses dari mengingat adalah menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut.

4.     Fantasi
Fantasi merupakan suatu daya untuk membentuk tanggapan-tanggapan baru dengan pertolongan tanggapan-tanggapan yang ada, dan tanggapan baru itu tidak harus dengan benda-benda yang ada. Fantasi ini memungkinkan manusia untuk berorientasi dalam imajinasi yang di milikinya melalui dunia riil. Fantasi itu dilukiskan sebagai fungsi yang memungkinkan manusia untuk berorientasi dalam alam imajinasi melampaui dunia riil.
5.   Berpikir
Berpikir merupakan sutu proses dinamis yang dapat di lukiskan dengan proses atau jalannya. Berpikir ini di lakukan oleh manuisa guna memecahkan suatu masalah.
6. Intuisi
Intuisi merupakan kemampuan untuk memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Jadi pemahaman ini berasak secara tiba-tiba dan di luar kesadaran.
C.    Hubugan Arsitektur Manusia dan Kognisi Manusia
Interaksi manusia dan computer merupakan bidang antar disiplin ilmu, dan masing-masing disiplin ilmu memberi penekanan pada aspek yang berbeda. Beberapadisiplin ilmu tersebut antara lain:

Teknik elektronika berbicara tentang komputer, khususnya  dari sisi perangkat keras, pastilah tidak terlepas dari pembicaraan tentang teknik elektronika. Dalam bidang inilah kita dapat mempelajari banyak sekali aspek yang berhubungan dengan perangkat keras computer.
Psikologi membahas tentang penerapan teori proses kognitif dan analisis empiris tentang perilaku pengguna.
Ilmu computer membahas tentang perancangan aplikasi dan rekayasa atau perancangan antarmuka untuk dapat digunakan manusia dengan mudah.
Struktur merupakan cara sesuatu disusun atau dibangun, yang disusun dengan pola tertentu, sedangkan kognitif, Menurut Livingstone, kognitif adalah kemampuan berpikir dimana yang menjadi objek    berpikirnya terjadi pada diri sendiri. Segala sesuatu tentang pengetahuan, kesadaran, kontrol yang dihasilkan dari proses berpikir yang terjadi pada diri sendiri. Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain. Oleh sebab itu kognitif berbeda dengan teori behavioristik, yang lebih menekankan pada aspek kemampuan perilaku yang diwujudkan dengan cara kemampuan merespons terhadap stimulus yang dating kepada dirinya. 

Pandangan kognitif dalam bidang informasi dianggap berbeda dari pandangan kognitif tentang kerja otak manusia. Dalam konteks informasi, pandangan kognitif menekankan pada pengembangan model pemrosesan informasi dalam kerja otak dan kesadaran manusia.
Arsitektur komputer dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
Sampai saat ini komputer sudah mengalami perubahan dari model awalnya, walaupun begitu semua komputer memiliki arsitektur dasar yang sama. Skema computer (computer schema), adalah diagram yang menggambarkan unit-unit dasar yang terdapat dalam semua sistem computer.


Arsitektur dapat pula didefinisikan sebagai gaya konstruksi dan organisasi dari komponen-komponen sistem komputer. Walaupun elemen-elemen dasar komputer pada hakekatnya sama atau hampir semuanya komputer digital, namun terdapat variasi dalam konstruksinya yang merefleksikan cara penggunaan komputer yang berbeda.
Sehingga analisa yang mendasar antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer adalah:
Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia. Mempunyai struktur yang sangat kompleks.
Arsitektur komputer merupakan konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer, kompleks namun tidak sekompleks kognisi manusia. Arsitektur komputer ini merupakan rencana deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll. Beberapa contoh dari arsitektur komputer adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC.

Referensi : 
 
·       Anonym. 2009. Arsitektur computer. Diakses tanggal 5-10-2012. Dari : http://www.scribd.com/doc/16282031/Materi-Kuliah-Arsitektur-Komputer
·       http://ilmuwanmuda.wordpress.com/piaget-dan-teorinya/
yohanes_ari.staff.gunadarma.ac.id/…/files/…/pemrosesan+komp.pdf
journal.mercubuana.ac.id/…/ARSITEKTUR%20%20KOMPUTER1.doc. diakses tanggal 6-10-2012
·       Laurens, Marcella Jonce. 2004. Arsitektur dan Perilaku Manusia. Grasindo: Surabaya
·       Santoso, Insap. 2009. Interaksi manusia dan computer edisi dua. Andi: Yogyakarta